Rabu, 13 Februari 2019

Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT.

Manusia merupakan makhluk Allah yang cepat atau lambat akan mati dan kembali kepada-Nya. Akan sangat bahagia, apabila di akhirat kelak bisa ditempatkan pada posisi yang dekat kepada Allah Swt. dengan berbagai kenikmatan yang belum pernah dirasakannya di

dunia ini. Agar kita menjadi hamba Allah yang dekat kepada-Nya dalam kehidupan di akhirat nanti, maka dalam kehidupan di dunia ini kita juga harus dekat kepada Allah. Itulah sebabnya di dalam Islam ada perintah kepada kita untuk melakukan apa yang disebut dengan “upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt.”, yang dalam bahasa agama dikenal dengan “Taqarrub ila Allah”. Sebenarnya Allah Swt. sendiri telah menyatakan bahwa Dia dekat kepada manusia, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah (2): 186:

وإذا سألك عبادى عنى فإنى قريب

“Dan Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu [wahai Muhammad] tentang Aku, maka [jawablah] bahwa Aku dekat”. Oleh karena Allah begitu dekat dengan manusia, maka apa pun yang dilakukan oleh manusia, Dia mengetahuinya. Bahkan, Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Allah berfirman dalam QS. Al-Mujadalah (58): 7:

“Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada [pembicaraan antara] lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada [pula pembicaraan antara jumlah] yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka, di mana pun mereka berada. Kemudian, Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Meskipun Allah Swt. telah menyatakan bahwa Dia dekat dengan manusia, tetapi dalam hidup ini begitu banyak manusia yang merasa jauh dari Allah, sehingga tidak merasa diawasi oleh-Nya dan berani menyimpang dari jalan-Nya, serta melanggar ketentuan-ketentuan-Nya.

Agar manusia bisa dekat kepada-Nya, maka Allah mendidik manusia dengan sejumlah peribadatan, mulai dari wudhu, shalat, hingga haji. Semua itu mendidik manusia dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di dalam shalat misalnya, tidak ada manusia yang berani mengurangi jumlah rakaatnya, atau malah tidak wudhu’ meskipun tidak ada orang yang mengontrolnya. Begitu juga saat puasa, tidak ada yang berani berbuka bukan pada waktunya, atau mengurangi jumlah bilangan thawaf dalam ibadah haji. Hal ini dilakukan karena manusia merasa tidak akan sah ibadah yang dilakukannya, padahal sah atau tidaknya hanya Allah yang tahu dan menentukannya. Dari sinilah manusia dididik untuk merasa diawasi oleh Allah Swt.

Paling tidak, ada tiga nilai penting atau pengaruh positif dari upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt, yaitu: Pertama, memiliki ketenangan dan ketenteraman jiwa. Sebab, dengan dekatnya seseorang kepada Allah, dia selalu merasa diawasi oleh Allah, sehingga dia tidak berani menyimpang dari jalan Allah. Dia juga menjadi yakin bahwa Allah pasti mengetahui segala masalah atau persoalan yang dihadapinya. Dan, kepada orang yang bertakwa kepada-Nya, Allah telah berjanji akan senantiasa memberikan pertolongan, baik dalam bentuk jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi, memberikan rezeki yang tak terduga, maupun kemudahan dalam menyelesaikan segala urusannya. Dengan janji ini, seseorang yang dekat kepada Allah tidak akan risau terhadap kesulitan yang dihadapi dan tidak akan bingung dalam melaksanakan tugas-tugas berat. Kedekatan ini juga membuat seseorang senantiasa membiasakan diri untuk berzikir kepada Allah Swt., sehingga dengan zikir itu hatinya menjadi tenang dan tenteram (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).

Kedua, tidak akan berani menyimpang dari jalan dan ketentuan Allah. Karena dengan dekatnya seseorang kepada Allah, dia menyadari bahwa apapun yang dilakukannya di dunia pasti dalam pengawasan-Nya. Allah mengetahui sekecil apa pun perbuatannya. Apalagi, Allah selalu menempatkan malaikat yang menyertai dan mengawasi manusia guna mencatat segala amalnya, mulai dari niat, ucapan, hingga perbuatannya. Allah berfirman dalam QS. Qaf (50): 17-18:

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ . مَا يَلْقِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ .

“[Yaitu] ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.

Apa yang telah dicatat oleh malaikat dan diawasi oleh Allah atas perbuatan manusia, maka dia harus berani mempertanggungjawabkannya. Sehingga, manakala di dunia dia berbuat baik, maka kebahagiaan akan diperolehnya, dan bila dia berbuat buruk, maka kesengsaraan harus dirasakannya.

Ketiga, bertanggungjawab terhadap tegaknya nilai-nilai Islam. Perjuangan menegakkan ajaran Islam di muka bumi ini merupakan keharusan yang mesti ditunaikan oleh setiap manusia sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. Kedekatan diri kepada Allah akan membuat seseorang merasa terkontrol langsung oleh Allah. Sehingga, kalau perjuangan itu tidak dilaksanakan, membuatnya dinilai sebagai orang yang tidak konsekuen dengan keislamannya. Dari sinilah lahir sikap bertanggungjawab terhadap tegaknya nilai-nilai Islam, yang pada gilirannya membuat seseorang selalu berusaha dan berjuang dalam penegakkan ajaran Islam itu sendiri, meskipun hanya seorang diri. Karena itu, Allah menegaskan tentang perbedaaan antara orang yang berjihad dengan orang yang tidak berjihad dalam firman-Nya (QS. Al-Nisa’ [4]: 95):

“Tidaklah sama antara orang mukmin yang duduk [tidak turun berperang], yang tidak mempunyai uzur, dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka”.

Dengan demikian, menjadi sangat jelas bagi kita bahwa mendekatkan diri kepada Allah Swt. merupakan sesuatu yang amat penting dalam kehidupan masyarakat muslim. Sebab, tanpa itu, tidak mungkin akan terjadi kehidupan yang sebaik-baiknya. Oleh karena itu, hendaklah segenap manifestasi aktifitas kita, baik dalam ibadah ritual (mahdah) maupun sosial (mu’amalah), ditujukan dalam rangka “mendidik diri kita untuk selalu dekat kepada Allah Swt.”, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-An’am (6): 163:

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah untuk [pengabdian dan kedekatan diriku dengan] Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

Dengan senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt, maka dengan sendirinya Allah pun akan mendekati kita. Kalau Allah sudah dekat dengan kita, maka kita pun akan merasa aman dan tenteram dalam kehidupan kita. Beribadahpun kita menjadi sangat nikmat. Tidak ada rasa malas, apalagi mau menyimpang dari ajaran agama Allah, karena dengan sendirinya Allah membantu kita untuk tidak menjadi orang-orang malas. Selain itu, Allah jualah yang akan menjaga hati kita dalam beribadah. Semoga kita semua menjadi bagian dari mereka yang memperoleh kesempatan sebagai hamba yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Baraka Allahu li wa lakum, Amin ya Rabb al-‘Alamin.

Sumber :
Ditulis oleh Dr. Muhammadiyah Amin.

Keistimewaan Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat:

1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)

2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)

3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)

4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)

5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)

6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-­dosanya diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)

9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)

10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)

Malam Lailatul Qadar

Segala puji bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya dan para pengikutnya.

Semua pasti telah mengetahui keutamaan malam Lailatul Qadar. Namun, kapan malam tersebut datang? Lalu adakah tanda-tanda dari malam tersebut? Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkan malam yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan.

Keutamaan Lailatul Qadar

Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ - يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Dan yang memilih pendapat bahwa lailatul qadar adalah malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Catatan : Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam lailatul qadar di antaranya adalah agar terbedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. Karena orang yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak. Semoga Allah memudahkan kita memperoleh malam yang penuh keberkahan ini. Amin Ya Sami’ad Da’awat.

Tanda Malam Lailatul Qadar

[1] Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)

[2] Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

[3] Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

[4] Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150)

Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih malam tersebut. Amin Yaa Mujibas Saailin.

Artikel ini masih berlanjut pada pembahasan "Menanti Malam 1000 Bulan", insya Allah.



***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com

CARA MENGUATKAN INGATAN

Adakah anda sering lupa? Kemungkinan kemampuan otak anda untuk mengingat sudah mulai menurun. Sebenarnya, lupa adalah proses permulaan mengingat sesuatu. Perlu anda ketahui, kemampuan daya ingat manusia umumnya terbahagi kepada tiga peringkat iaitu mengingat, merekam, dan mendapatkan kembali. Tapi, adakah daya ingatan boleh ditingkatkan ? Bagaimana caranya?

1. Sentiasa mengingati Allah
Yang paling penting ialah ingat Allah s.w.t. sentiasa dengan berzikir. Daya ingatan akan bertambah kukuh sekiranya tidak sesaat pun kita lupa kepadaNYA.

2. Mengamalkan puasa
Amalan berpuasa sunat juga baik kerana puasa juga boleh menajamkan minda.

3. Berdoa
Berdoalah kepada Allah s.w.t. agar anda diberikan kekuatan daya ingatan, hati yang tenang, dan minda yang cerdas.

4. Membaca dan menghafal Al-Quran
Sekiranya anda seorang Muslim, amalkan membaca Al-Quran walau sehelai muka surat setiap hari. Membaca Al-Quran dapat menerang jiwa, menenangkan perasaan dan menajamkan daya ingatan dengan lebih baik.

5. Relaksasi secara teratur
Salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan ingatan adalah berusaha mengendorkan ketegangan seluruh otot tubuh sebelum mempelajari sesuatu yang baru. Mengikut kajian, relaksasi otot dapat mengurangkan kecemasan yang sering dirasakan seseorang ketika berusaha mempelajari hal baru.

6. Tidur nyenyak
Tidur malam yang nyenyak, sangat baik untuk ingatan anda. Penelitian menunjukkan, orang yang terbangun ketika sedang bermimpi tidak mampu mengolah memori dari hari sebelumnya. Jadi, ia mudah lupa.

7. Istirahat cukup
Istirahat yang cukup amat penting supaya otak berfungsi secara maksimum, otak memerlukankan istirahat untuk mengendapkan dan mengkonsolidasikan ingatan. Istirahat yang diperlukankan otak bervariasi, bergantung pada kerumitan dan kebaruan informasi, serta pengalaman orang yang bersangkutan. Cara yang baik adalah memberi waktu istirahat otak 3 hingga 10 minit setelah otak beraktiviti selama 10 hingga 50 minit.

8. Kembangkan sikap mental positif
Gantilah setiap sikap mental negatif atau kritik terhadap diri sendiri menjadi sikap yang positif, kerana hal itu akan menimbulkan rasa keyakinan diri yang berpengaruh positif terhadap daya ingat.

9. Fokus
Daya ingatan dapat dilancarkan sekiranya anda sering fokus dalam sesuatu, contohnya matlamat hidup. Anda juga dapat belajar fokus dengan menumpukan fikiran anda pada sesuatu perkara dan mencatatkan apa yang anda fikirkan. Fokuskanlah segenap perhatian terhadap hal-hal yang penting di dalam memori anda bila anda sedang beristirahat dan rileks. Kalau anda mencuba mengingat sesuatu pada saat anda sedang lelah, maka besar kemungkinan anda akan kecewa.

10. Libatkan emosi
Peningkatan ingatan tentang suatu kejadian terkait erat dengan peningkatan emosi. Pengalaman yang melibatkan emosi akan lebih mudah diingat daripada pengalaman biasa.

11. Kembangkan ketajaman indera
Cubalah praktikkan ketrampilan pengamatan dan belajar memperhatikan sesuatu dengan menggunakan seluruh indera kita terutamanya penglihatan dan pendengaran. Jika ingin mengingat sesuatu, berhentilah sejenak, perhatikan dan catat apa yang ingin kita lihat dan dengar.

12. Berbicara sendiri
Kita juga boleh berbicara sendiri tentang sesuatu yang kita rencanakan. Misalnya, “Saya harus membeli susu dalam perjalanan pulang nanti.” Juga tentang sesuatu yang telah kita lakukan. Misalnya, “Saya telah mengunci pintu.” Mungkin kedengarannya agak pelik, tapi terbukti sangat efektif. Di sini telinga kita menguatkan ingatan kita. Tapi ingat, mengucapkannya tidak perlu secara kuat supaya tidak menimbulkan pertanyaan di benak orang.

13. Menata fikiran
Membentuk urutan informasi (mengelompokkan informasi) akan membuat sesuatu lebih mudah diingat. Ini juga akan mempermudah otak untuk mengingat kembali apa yang telah dipelajari dan diketahui.

14. Bayangkan dan kaitkan
Jika anda sulit mengingat nama, cubalah membayangkan. Kaitkan nama orang dengan suatu idea, simbol, orang, benda atau perbuatan, kemudian buat gambaran mental benda itu. Untuk mengingat nama Neil, misalnya, bayangkan orang yang sedang mengail. Pembentukan irama juga dapat memperkuat hubungan. Jika Larry memilki janggut, cubalah mengingatnya sebagai “Hairy Larry.”

15. Peta minda
Peta minda merupakan kaedah yang berkesan untuk mendapatkan unuk mendapatkan maklumat daripda ingatan untuk ditukarkan menjadi bentuk yang boleh dilihat. Ada juga yang mengatakan bahawa penggunaan peta minda akan menambahkan perseimbangan otak kiri dan otak kanan kerana prta minda merangkumi semua aspek bahasa, analitis, reka bentuk, matematik, deria, dan sebagainya dalam usaha keseluruhan.

16. Katakan berulang kali
Untuk meningkat ingatan anda tentang sesuatu maklumat atau tarikh, katakan dengan kuat dan berulang kali sehingga anda benar-benar ingat akan maklumat tersebut. Bila kita membaca sesuatu, yang dapat kita ingat hanya sekitar 20%. Dengan mengulangi pembacaan keesokan harinya, lalu minggu berikutnya, sebagian besar informasi yang kita baca akan kita ingat.

17. Mendengar muzik klasik
Menurut Dr. Frances Ranscher dan Dr. Gordon Show, peneliti dari Universiti California, AS, orang yang sering mendengarkan muzik klasik akan mengalami peningkatan kemampuan penalaran. Menurut penulis The Mozart Effect, Don Campbell, mendengarkan muzik klasik juga akan membantu ingatan dan pembelajaran.
FAKTOR YANG MELEMAHKAN MINDA/DAYA INGAT
Antara penyebabnya :
· Makan kepala ikan.
· Organ dalaman binatang seperti hati, limpa, jantung, perut dan yang seumpamanya melainkan atas nasihat doktor untuk keperluan kesihatan.
· Makan makanan yang tercemar oleh semut kerana semut dipercayai mengandungi sejenis kimia yang menyebabkan daya ingatan menjadi lemah.
· Makan makanan ringan dan makanan segera.
· Makan berlebihan , makanan yang terlalu berlemak dan kandungan gula tinggi
· Makan bawang mentah
· Makan makanan atau buah yang masam secara kerap ( jeruk, asam )
· Pengambilan kafein yang terlalu banyak ( kopi, nestcafe )
· Minum antara suapan makan , maksudnya jangan minum sebelum anda selesai makan.
· Minum minuman bergas dan beralkohol
· Merokok
· Kepala terdedah kepada panas terik cahaya matahari antara pukul 10.00 pagi sehingga pukul 4.00 petang.
· Tidur pada waktu asar
· Kurang tidur
· Tidur pada tengkuk ( belakang kepala )
· Fikiran runsing, stress dan hati sedih
· Melakukan maksiat dan dosa
· Tekanan darah tinggi
MAKANAN YANG BAIK UNTUK OTAK
Untuk menguatkan daya ingatan,dengan rahmat dan kasih sayang Allah s.w.t. , kita dikurniakan makanan yang baik dan dapat meningkatkan kekuatan otak dan sistem saraf kita. Banyak kajian yang menyatakan, pemilihan makanan yang tepat dapat meningkatkan kekuatan otak sehingga 50%. Diantara jenis makanan yang boleh meningkatkan fungsi ingatan adalah: -
· Buah – buahan ( anggur hitam, kurma, buah delima, blue berry )
· Sayur – sayuran ( lobak merah, halia )
· Ulam – ulaman ( pegaga, daun sadri, kemangi )
· Tumbuhan herba ( ginkgo biloba )
· Bijirin dan kekacang ( badam, walnut, kacang soya, kacang a’das, biji labu, kismis, habbatus sauda )
· Roti
· Air ( air mineral, air zam zam, madu, susu, air soya, kopi )
· Minyak ( minyak ikan, minyak zaitun, minyak rosemary, minyak sage )
· Ikan tuna
· Telur ayam
· Daging ayam
· Vitamin B ( Thiamine (B1), Niacin (B3), Pyridoxine (B6), Complex (B12) )
Apa yang penting, makanan tersebut mestilah halal, segar, baik, seimbang, tiada bahan pengawet, tiada perasa tiruan dan tiada pewarna tiruan.

Sumber: http://rendycandra.wordpress.com/

KAKI DULU BARU MULUT

Dulu waktu belum tahu ilmunya, saya pernah memanggil Qairina yang sedang bermain di rumah tetangga depan rumah dengan cara berteriak-teriak dari pintu depan. Beberapa kali saya memanggilnya dia gak pulang-pulang. Bahkan menjawab panggilan saya pun tidak.

Mendengar dan melihat apa yang saya lakukan, suami saya menegur.

"Bukan begitu cara memanggil anak biar pulang dari bermainnya, mamah."

Lalu dia menyontohkan sendiri bagaimana seharusnya saya memanggil Qairina yang lagi asyik main dan membujuknya pulang untuk makan siang.

Yang suami saya lakukan adalah keluar rumah menuju ke rumah tetangga. Lalu dia mengobrol dan ikut bermain sejenak dengan anak-anak. Setelah dirasa cukup, dia mengajak Qairina pulang dengan ajakan yang menyenangkan sambil berpamitan pada teman-teman mainnya. Ajaib! Qairina nurut diajak pulang.

Setelah Qairina makan dan lalu tidur, suami menasihati. Katanya memanggil dengan cara berteriak-teriak itu tidak sopan, juga tidak efektif.

Belakangan saya baru menyadari bahwa di keluarga suami memang hampir tidak pernah terdengar orangtua berteriak ke anaknya. Kalo mau memanggil, mamah mertua selalu mendekati anaknya dulu, baru mengutarakan apa yang ingin dikatakan.

Saya juga baru menyadari cara suami berkomunikasi. Dia pun hampir tidak pernah berteriak saat memanggil saya. Dia selalu menghampiri saya dulu, baru meminta tolong atau mengatakan sesuatu.

Di buku parenting Abah Ihsan, Yuk Jadi Orangtua Shalih sebelum meminta anak Shalih, di bagian komunikasi efektif dengan anak, saya menemukan sedikit bahasan ini.

Kaki dulu, baru mulut.

Wah apa ini? Saya penasaran apa maksudnya.

Di buku itu, Abah Ihsan mengajarkan alih-alih berteriak,

"Doniiii udah dong mainnya. Sekarang waktunya makan."

Atau menyuruh-nyuruh, memerintah seenaknya, beliau menyarankan orang tua untuk BERJALAN mendekati anaknya dulu, bergabung bermain bersamanya sebentar, lalu setelah ada kesempatan baru MENGUTARAKAN keinginan atau bantuan yang ingin didapat dari sang anak.

Saat membaca ulasan tentang ini di buku parenting Abah Ihsan, serta merta saya teringat oleh apa yang biasa suami saya contohkan ke saya dan Qairina. Juga ingat saat saya biasa berteriak untuk memanggil Qairina. Kedua cara itu memang menghasilkan hasil yang berbeda. Berteriak, menyuruh, atau mengomel-ngomel itu tidak efektif.

Ini udah saya alami berkali-kali. Misalnya, saat saya sekadar menyuruh Qairina membereskan mainan, dia tidak menurut. Tapi saat saya ikut bermain bersamanya, lalu saya mengajaknya membereskan mainan bersama-sama dia akan dengan senang hati melakukannya.

Kaki dulu, baru mulut.

Ini menjadi satu hal yang saya ingat betul sekarang ini. Dekati dulu anak kita, kalo dia sedang bermain ikut lah bermain dulu, kalo dia lagi belajar/baca buku, mengobrol atau berdiskusi lah dulu. Baru setelah itu meminta anak makan, tidur, atau hal lain.

Ini juga ternyata bisa bangeet diterapkan ke suami/istri. Saat istri lagi butuh bantuan suami sementara suami lagi asyik main gadget atau nonton tv misalnya, dekati dulu sang suami, pijit-pijit sebentar, atau cium pipinya, baru utarakan mau minta tolong apa.

Saat suami minta tolong atau minta dimasakin sesuatu, dekati dulu sang istri, peluk dari belakang, cium pipinya, baru minta tolong. Atau kalo merasa itu terlalu lebay (soalnya yang nulis suka yang romantis2 😆), ya minimal dekati dulu istri/suaminya, senyumin, bicara yang lembut, baru minta tolong.

Keluarga itu adalah tempat pertama anak belajar adab dan kasih sayang. Maka, mari berilah sebaik-baik keteladan mulai dari menjaga komunikasi yang efektif yang penuh cinta.

Ingat yaa, pak, bu, kaki dulu, baru mulut. 💙

Copyright : Fb Novika Amelia

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo